Latar belakang Trauma adalah adanya cedera pada organ yang dapat menimbulkan kerusakan organ

Latar belakang

Trauma adalah adanya cedera pada organ yang dapat menimbulkan kerusakan organ, termasuk organ vital sehingga menyebabkan kondisi mengancam jiwa. Kejadian trauma dapat terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, olahraga, dan rumah tangga. Pasien yang mengalami trauma yang terjadi akan mengalami masalah sosial ekonomi yang tinggi, yaitu dapat menimbulkan kecacatan fisik, psikologis di usia produktif atau bahkan dapat menimbulkan kematian.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Trauma merupakan penyebab kecacatan dan kematian di dunia, termasuk penyebab ketiga terbesar di dunia. Data WHO (World Health Organization), menyebutkan bahwa lebih dari 1,25 juta jiwa per tahun mengalami kecelakaan lalu lintas, sekital 20-50% mengalami cedera ringan sampai berat. Trauma akibat kecelakaan lalu lintas ini dapat terjadi sekitar 48% pada usia produktif antara 15-40 tahun di negara berkembang. Kematian akibat kecelakaan lalu lintas diperkirakan terjadi sekitar 90% di Negara berkembang (WHO, 2017). Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2016 sebesar 258.704.986 jiwa (BPS, 2016) dimana rata-rata tiap jam meninggal 3 orang karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Disebutkan pula laki-laki lebih banyak yang mengalami trauma (60-80% dari kasus yang terjadi) daripada perempuan (Kemenkes RI, 2016).

Penanganan sebelum ke rumah sakit menurunkan risiko kematian akibat trauma. Penanganan trauma sebelum masuk rumah sakit secara tepat dan cepat akan mengurangi angka kematian sampai 50% (Basri, 2015). Korban akibat kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan kondisi gawat darurat, membutuhkan penanganan kegawatdaruratan pada lokasi kejadian untuk mencegah kecacatan dan kematian korban. Penanganan korban dilokasi kejadian menggunakan pendekatan ABCD (airway, breathing, circulation, disability, dan exposure, merupakan pendekatan sistematis untuk penilaian pertama dan perawatan pasien sakit kritis atau terluka.

Penanganan awal sebelum ke rumah sakit oleh tim IGD (Instalasi Gawat Darurat) rumah sakit meliputi proses evaluasi terhadap kasus trauma secara tepat pada korban yang langsung diikuti dengan tindakan resusitasi. Urutan penilaian awal ini harus dilakukan dengan urutan yang benar dan secara simultan sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Tim IGD rumah sakit yang datang membantu korban sebaiknya mendapat latihan khusus, kareana pada saat menangani korban, tim harus menguasai keterampilan khusus yang dapat menyelamatkan nyawa. Koordinasi yang baik antara tim penolong di lapangan dengan tim di IGD rumah sakit dapat mempersiapkan perlatan dan tim trauma pada saat korban tiba di rumah sakit.
Penelitian terdahulu