BAB 4 PROFIL DAN STRATEGI PERUSAHAAN 4

BAB 4
PROFIL DAN STRATEGI PERUSAHAAN
4.1 Penjelasan Produk dan Layanan
Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa permasalahan utama yang menyebabkan munculnya bau tidak sedap pada kaki. Biasanya bau kaki muncul akibat penggunaan sepatu dalam jangka waktu yang lama karena adanya kandungan keringat dan bakteri yang muncul akibat kaki yang lembab. Ada beberapa cara yang telah dilakukan responden untuk mengatasi masalah tersebut seperti penggunaan spray anti-bau, kaos kaki, dan lainnya tidaklah mengatasi masalah bau kaki secara efektif.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, produk yang ditawarkan oleh Miles&co adalah sepatu pria dengan fitur anti-bau. Lini produk baru ini dinamakan “Connor series”. Produk ini dapat menjadi salah satu solusi untuk permasalahan ketika menggunakan alas kaki. Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan, ternyata banyak pria yang mengalami masalah bau kaki ketika menggunakan sepatu dalam jangka waktu yang lama (kurang lebih 7-12 jam).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Sepatu Connor series ini memiliki beberapa bagian seperti pada gambar berikut :

Gambar 4.1 Detail Sepatu Connor Series
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa Connor Series ini memiliki beberapa bagian seperti upper, insol anti-bakteri, breathable insol, dan sol luar (outsole). Berikut adalah penjelasannya :
Upper (Bagian Atas)
Upper atau bagian atas sepatu yang digunakan Connor series menggunakan bahan kanvas yang tidak tebal. Sepatu ini menggunakan bahan kanvas dikarenakan preferensi responden dalam penelitian kuantitatif ketika memilih bahan sepatu. Selain itu, bahan kanvas juga memiliki tekstur yang tidak terlalu rapat sehingga memungkinkan udara dapat masuk ke dalam sepatu dan tidak terasa panas.

Berikut adalah desain sepatu Connor series dalam berbagai warna :

Gambar 4.2 Desain Connor Series
Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa ada 4 warna yang akan ditawarkan seperti warna hitam, merah maroon, abu-abu, dan biru tua (navy). Bagian atas sepatu juga memiliki desain adanya lis (garis) pada bagian samping kiri dan kanan sepatu. Selain itu, pemilihan warna tali juga dapat disesuaikan dengan warna dasar sepatu atau warna putih untuk kesan yang lebih rapi. Pada bagian atas dari sepatu, tepatnya pada bagian lidah juga disematkan logo Miles&co berbahan dasar woven untuk menciptakan identitas pada Connor series ini.

Insol Anti-Bakteri
Insol anti-bakteri Miles&co menggunakan teknologi bamboo charcoal (arang bambu). Arang bambu memiliki bahan karbon aktif (anti bakteri) yang paling efektif untuk mengurangi bau kaki. Karbon aktif tersebut akan menyerap keringat yang berpotensi menyebabkan kelembaban dan tumbuhnya bakteri yang akan membuat kaki menjadi berbau. Kandungan arang bambu terdapat pada kain yang melapis bagian insol sepatu.
Breathable Insole
Selain insol anti bakteri, Miles&co juga menggunakan teknologi breathable insoles pada sepatu Connor series. Insol ini terdapat dibawah lapisan insol arang bambu. Insol ini dilengkapi dengan rongga yang akan memberikan rasa sejuk dan sirkulasi pada kaki. Lapisan insol ini juga akan mengikuti bentuk kaki pengguna sehingga lebih nyaman digunakan dalam waktu yang lama. Breathable insoles ini adalah sebuah langkah prevensi untuk mengurangi keringat pada kaki dengan menciptakan efek sirkulasi sehingga bagian dalam sepatu tidak mudah lembab.

Outsole (Sol luar)
Miles&co menggunakan teknologi presser foot, teknologi ini membuat sepatu menjadi tahan lama dan kuat. Teknologi ini dilihat dari adanya jahitan pada bagian samping sol luar sepatu. Bahan yang digunakan untuk sol luar Connor series adalah karet sehingga sol tidak mudah rusak.

4.2 Visi perusahaan
3124201217930Visi : Menjadi perusahaan penyedia fesyen yang terdepan dalam aspek tren dan inovasi serta dapat bersaing dengan produk fesyen Internasional.

00Visi : Menjadi perusahaan penyedia fesyen yang terdepan dalam aspek tren dan inovasi serta dapat bersaing dengan produk fesyen Internasional.

Penetapan visi didasari pada hakikat dan tujuan yang akan dicapai secara strategis. Dalam implementasinya visi akan menjadi dasar dalam penetapan arah, pedoman dan pilihan stategi yang akan dipilih. Adapun visi Miles&co yang dijabarkan seperti dibawah ini:
Visi tersebut telah mampu memberikan gambaran mengenai apa yang ingin dicapai oleh Miles&co dalam 5-10 tahun ke depan. Visi ini akan menjadi pedoman Miles&co dalam melakukan strategi bisnis untuk mencapai sasaran. Dengan adanya visi tersebut, diharapkan Miles&co dapat bersaing dengan perusahaan fesyen lain di Indonesia maupun Internasional.

4.3 Misi Perusahaan
Berikut adalah misi Miles&co :112395457200Misi :
Menyediakan produk fesyen yang inovatif untuk kelas menengah
Membuat produk fesyen yang mengedepankan tren
Menyediakan wadah bertukar pikiran dalam pengembangan tren dan inovasi
00Misi :
Menyediakan produk fesyen yang inovatif untuk kelas menengah
Membuat produk fesyen yang mengedepankan tren
Menyediakan wadah bertukar pikiran dalam pengembangan tren dan inovasi

Adapun misi yang dikembangkan telah mencakup 6 dari 9 aspek misi yang melibatkan tidak hanya customer melainkan keberlangsungan bisnis dan teknologi. Aspek-aspek tersebut adalah Customer, Products or Service, Market, Technology, Concern for Survival, Growth, Profitability, Concern for Public Image. Misi ini yang kemudian akan dijadikan serangkaian modal utama untuk mencapai visi yang telah dibuat. Diharapkan misi ini dapat mendorong stimulus untuk pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan kami.
4.4 Tujuan dan Sasaran Perusahaan
-68580424180Tujuan perusahaan :
Meningkatkan brand image Miles&co sesuai citra yang dibangun oleh perusahaan.

00Tujuan perusahaan :
Meningkatkan brand image Miles&co sesuai citra yang dibangun oleh perusahaan.

Berikut adalah tujuan dan sasaran Miles&co :
Tujuan diatas diterapkan dalam aspek SMART (Spesific, Measureable, Achieveable, Reliable, Time-bound). Tujuan yang disusun kemudian dijabarkan dalam sasaran yang akan dicapai dalam setahun seperti dibawah ini :
Sasaran:
– Menaikan penjualan sebanyak 15% setiap bulannya
– Bekolaborasi dengan 1 influencer setiap 2 bulan
– Melakukan kerjasama dengan 1eksepdisi
– Menurunkan biaya produksi sebanyak 5% setiap semester
4.5 Nilai yang Dianut
Miles&co meyakini industri fesyen merupakan industri yang dinamis. Cepatnya perubahan tren pada industri ini menuntut adanya nilai-nilai dasar yang harus dianut untuk dapat bersaing dan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Nilai-nilai yang dianut tersenut adalah PIRI (Proactive, Innovative, Respect, Integrity). Penjabaran nilai-nilai yang dianut seperti dibawah ini:
Proactive: Nilai-nilai partisipatif sangat menjadi dasar dalam menjalankan perusahaan. Partisipatif dianggap menjadi kebutuhan karena industri fesyen merupakan industri yang membutuhkan keputusan yang lebih bersifat organik. Diharapkan dengan dipegangnya nilai ini dapat mendorong keputusan yang mewakilkan lebih banyak pihak.

Innovative: Inovasi juga menjadi landasan nilai yang dianut dalam perusahaan. Inovasi tidak hanya dalam pengembangan produk namun juga dalam pengambilan keputusan. Segala bentuk inovasi juga akan diakomodir oleh perusahaan.

Respect: Respect dalam nilai yang dianut adalah respect yang meneladani penyerapan aspirasi tidak hanya yang bersifat sentralitis namun juga desentralisasi.
Integrity: Nilai integritas juga menjadi dasar dalam nilai-nilai yang dianut. Flexibilitas yang didorong oleh industri kreatif dan fesyen harus disikapi dengan integeritas dari setiap orang yang bekerja dalam Miles&co
4.6 Perencenaan Bentuk Badan Usaha
Perencanaan Miles & co dalam 2 tahun kedepan adalah membentuk Perseoran Terbatas. Alasan jangka waktu 2 tahun juga didasari karena perencanaan ekspansi perusahaan ditargetkan pada tahun ke-2. Perencanaan pada tahun pertama digunakan sebagai dasar dalam membentuk dasar-dasar stabilitas perusahaan baik dalam segi produksi maupun promosi.

Pada prosesnya kami juga akan membentuk badan usaha berbentuk Firma. Firma menurut KUH Dagang mempunyai pengertian yaitu setiap persekutuan perdata yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dengan nama bersama dan kerja sama dalam menjalankannya. Firma itu sendiri berasal dari bahasa belanda “venootschap onder eene” yang berarti perusahaan di bawah satu. Alasan pemilihan firma didasarkan pada kebutuhan kelompok akan kepastian badan usaha yang dijalankan untuk mendorong percepatan pertumbuhan perusahaan.

4.7 Modal Kewirausahaan Tim Inti
Berikut adalah entrepreneur capital yang dimiliki masingg-masing anggota tim :
Tabel 4.1 Modal Kewirausahaan Tim
Nama Anggota Human Capital Social Capital Financial Capital Cultural Capital
Anthony Wijaya Memiliki Pengalaman dalam industri sepatu
Memiliki Pengalaman dalam pemasaran secara online
Menyukai tantangan dan tidak mudah menyerah Memiliki jaringan vendor dan pengrajin sepatu
memiliki relasi dengan influencer dan artis Modal usaha sebesar 5 juta Rupiah Tegas dan percaya diri
Enrico Chendrawiguna Memiliki pengalaman dalam industri online
Mengetahui cara cara pemasaran dunia digital
Menyukai hal baru dan berani mencoba Memiliki jaringan tempat pemasaran dan promosi
memiliki jaringan influencer di media digital Modal usaha sebesar 5 juta Rupiah Kreatif, dan percaya diri
Jennica Febe Wijaya Memiliki kemampuan analisa yang baik
memiliki kemampuan desain grafis
Tenang dan dapat mencari solusi permasalahan
Pekerja keras Memiliki relasi dalam mendukung penjualan
memiliki jaringan kimia dan ahli Modal usaha sebesar 5 juta Rupiah Kreatif dan jujur
Livia Margarita Memiliki pengalaman dalam bidang operasional
memiliki ketenangan dan mobilitas yang baik
Pekerja keras dan manajemen waktu yang baik Memiliki jaringan expert seperti fotografer dan lainnya Modal usaha sebesar 5 juta Rupiah Humoris, humanis, dan tepat waktu
Revienna Tjahyadi Memiliki pengalaman dalam bidang manajemen keuangan
Tenang dan teliti
Mobilitas yang tinggi Memiliki jaringan promosi dan media
memiliki rekan rekan expert Modal usaha sebesar 5 juta Rupiah Jujur, Disiplin dan tegas
(Sumber : Olahan Sendiri)
4.8 Strategi Bersaing Perusahaan
647701353185Strengths:
Harga yang terjangkau
Model yang mengikuti tren
Presser foot technology
Odorless-shoes technology
00Strengths:
Harga yang terjangkau
Model yang mengikuti tren
Presser foot technology
Odorless-shoes technology
27984451391285Weaknesses:
Brand awareness lemah
Skala produksi yang kecil
Model yang masih sedikit
00Weaknesses:
Brand awareness lemah
Skala produksi yang kecil
Model yang masih sedikit
Sebelum menentukan strategi bersaing, pemetaan Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Threat (SWOT) dilakukan untuk mengetahui pengekuran internal dan eksternal perusahaan. Pengukuran internal dan eksternal akan dijadikan landasan dalam menetukan strategi dalam bersaing. Berikut adalah SWOT matrix Mile&co :
647701501140Oppurtunities:
Pertumbuhan e-commerce
Pertumbuhan kelas menengah dan bonus demografi
Permintaan alas kaki yang meningkat
Adanya permasalahan bau kaki
00Oppurtunities:
Pertumbuhan e-commerce
Pertumbuhan kelas menengah dan bonus demografi
Permintaan alas kaki yang meningkat
Adanya permasalahan bau kaki
26365201501140Threats:
Teknologi dapat diduplikasi
Adanya dinamika daya beli di Indonesia
Adanya produk impor dengan target pasar yang sama
00Threats:
Teknologi dapat diduplikasi
Adanya dinamika daya beli di Indonesia
Adanya produk impor dengan target pasar yang sama

Gambar 4.3 SWOT Matrix Miles&co
(Sumber : Olahan Sendiri)
Setelah membuat SWOT Matrix, berikut adalah EFE Matrix Miles&co :
Tabel 4.2 EFE Matrix Miles&co
EFE
Key External Factors Weight Rating Weighted score
Opportunities
Pertumbuhan e-commerce 0.25 3 0.75
Pertumbuhan kelas menengah dan bonus demografi 0.15 4 0.6
Permintaan alas kaki yang meningkat 0.05 3 0.15
Adnya permasalahan bau kaki 0.15 4 0.6
Threats
Adanya duplikasi teknologi 0.2 2 0.4
Adanya dinamika daya beli di Indonesia 0.1 2 0.2
Adanya produk impor dengan target pasar yang sama 0.1 3 0.3
Total 3
(Sumber : Olahan Sendiri)
Dari pengukuran faktor eksternal diatas dapat dikategorikan bahwa kondisi Miles&co berada pada posisi baik karena rentan nilai berapa pada angka 3. Selain EFE Matrix, berikut adalah IFE Matrix Miles&co :
Tabel 4.3 IFE Matrix Miles&co
IFE
Key Internal Factors Weight Rating Weighted score
Strengths
Harga yang terjangkau 0.05 2 0.1
Model yang mengikuti tren 0.15 3 0.45
Presser foot technology 0.15 3 0.45
Odorless-shoes technology 0.25 3 0.75
Weaknesses
Brand awareness lemah 0.15 2 0.3
Skala produksi yang kecil 0.15 1 0.15
Adanya produk impor dengan target pasar yang sama 0.1 2 0.2
Total 2.4
(Sumber : Olahan Sendiri)
Bedasarkan pengukuran faktor internal, didapatkan bahwa Miles&co berada pada kondisi rata-rata yaitu dengan nilai 2.4. Berikut adalah IE Matrix (gabungan EFE dan IFE Matrix) Miles&co :
1617345170497510
0010
265557016859258
008
351282016764009
009
35159957715253
003
351282012382506
006
264604512477755
005
161734512477754
004
15887708001001
001
26841458039102
002

Gambar 4.4 IE Matrix Miles&co(Sumber : Olahan Sendiri)
Bedasarkan analisa IE Matrix diatas, didapatkan bahwa Miles&co masuk kuadran 2 adapun strategi yang tepat diterapkan disini adalah sebagai berikut :
Market Penetration
Market Development
Product Development
Backward Integration
Forward Integration
Horizontal Integration
Dari hasil IE Matrix dan strategi yang dapat digunakan, maka ada 2 strategi yang dipilih yaitu Market Penetration. Pemilihan ini didasari karena Miles & co menyadari bahwa pada peluncuran produk diperlukan strategi masuk kedalam target pasar yang dituju.

Strategi market penetration kemudian dituangkan dalam 2 pilihan strategi yang diukur dari aspek internal dan eksternal dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Kedua strategi ini akan diukur dengan QSPM Matrix sebagai berikut :
Tabel 4.3 QSPM Matrix Miles&co
QSPM
Key Factors Weight Melakukan kolaborasi dengan Influencer Melakukan kolaborasi dengan intermediaries
Rating Weighted Score Rating Weighted score
Strengths
Harga yang terjangkau 0.25 – 0 – 0
Model yang mengikuti tren 0.15 3 0.45 2 0.3
Presser foot technology 0.05 2 0.1 3 0.15
Odorless-shoes technology 0.1 – 0 – 0
Weaknesses
Brand awareness lemah 0.2 4 0.8 2 0.4
Skala produksi yang kecil 0.1 1 0.1 2 0.2
Adanya produk impor dengan target pasar yang sama 0.1 – 0 – 0
Opportunities
Pertumbuhan e-commerce 0.05 4 0.2 3 0.15
Pertumbuhan kelas menengah dan bonus demografi 0.15 4 0.6 3 0.45
Permintaan alas kaki yang meningkat 0.15 3 0.45 2 0.3
Adnya permasalahan bau kaki 0.25 – 0 – 0
Threats
Adanya duplikasi teknologi 0.15 – 0 – 0
Adanya dinamika daya beli di Indonesia 0.15 2 0.3 3 0.45
Adanya produk impor dengan target pasar yang sama 0.1 2 0.2 3 0.3
Total 3.2 2.7
(Sumber : Olahan Sendiri)
Bedasarkan dari tabel QSPM diatas didapatkan bahwa opsi strategi yang akan digunakan adalah melakukan kolaborasi dengan influencer atau youtuber. Strategi ini kemudian akan di implementasikan kedalam strategi teknis yang akan disusun untuk mencapai visi, misi dan target kami. Strategi ini dilakukan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan konten promosi secara masal dengan efisien dan efektif. Pemilihan platform youtube sebagai salah satu pemilihan didasari karena Miles&co ingin mencoba mendesain konten-konten yang berbentuk video untuk menginformasikan fungsi produk secara keseluruhan dan pengenalan merek kepada konsumen. Selain itu, kelompok juga akan melibatkan influencer tersebut untuk melakukan promosi. Adapun kedepannya Miles & co tidak hanya ingin memasarkan produknya namun juga bisa membuat channel youtube sendiri.